HELLO KITTY

HELLO KITTY
KITTY

Rabu, 09 Desember 2015

Kenalan yuk


Buddha Mahayana

Mahayana secara harfiah berarti “kereta besar”. Ajarannya cenderung berkaitan dengan bentuk gaib dan abstrak untuk mengatasi perintah keduniawan. Untuk itu, Buddha Mahayana lebih bersifat metafisik dan religious. Dalam perjalanannya, aliran Mahayana berkembang dalam 2 bentuk aliran dominan. Dua aliran tersebut adalah Madhyamika dan Yogacara. Mahayana kerap dijuluki aliran utara. Hal ini disebabkan aliran ini menguasai wilayah-wilayah utara seperti Nepal, Tibet, Asia Tengah, Cina, Korea, dan Jepang. Menurut I-Tsing penganut Mahayana di Nusantara pada abad ke- 7 lebih kecil jumlahnya disbanding Hinayana

Selasa, 01 Desember 2015

PENGERTIAN SENI TARI


PENGERTIAN SENI TARI

Seni tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika.
Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut.

Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk  gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan.Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987, 12). Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan.
Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV), maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa
pergelaran tari,dan acara  tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan, perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat.
Tari merupakan salah satu cabang seni, di mana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari ibarat bahasa gerak  merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja, pada waktu kapan saja.
Sebagai sarana komunikasi, tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis, melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat.
Apabila disimak secara khusus, tari membuat seseorang tergerak untuk mengikuti irama tari, gerak tari, maupun unjuk kemampuan, dan kemauan kepada umum secara jelas. Tari memberikan penghayatan rasa, empati, simpati, dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya.
Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan, ungkapan komunikasi kata-kata, dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari.
Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur, menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas.
Seperti dikutip oleh M. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987, 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli, 1994:44).
Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu bergerak. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). Sebaliknya, gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement).
Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa, tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins, 1990:2). Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa, pengertian tari adalah unsur dasar gerakyang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.
Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis. Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. Sebagai bentuk latihanlatihan, tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak, rasa, dan irama seseorang. Oleh sebab itu, tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya. 
Sekolah merupakan pendidikan formal yang dalam pengajarannya terdapat bermacam-macam mata pelajaran yang diajarkan guru kepada siswa.  Seorang guru dengan waktu yang sangat terbatas harus memberikan materi sesuai dengan kurikulum. Jika diperhatikan dari sudut kurikulum, kita dapat melihat betapa kesenian atau sekarang kita sebut mata pelajaran Seni Budaya ditempatkan sebagai pelengkap saja.
Mata pelajaran Seni Budaya terdiri dari seni tari, seni rupa, seni musik, dan seni drama. Perlu diketahui bahwa tenaga pengajar mata pelajaran Seni Budaya pada umumnya kurang menguasai berbagai macam seni itu sendiri, terutama seni tari. Untuk membantu proses pembelajaran Seni Budaya khususnya seni tari terdapat cara yang efektif, yaitu dengan menggunakan media audio-visual. Maka untuk menambah materi bahan ajar mata pelajaran Seni Budaya (subbidang seni tari) penulis sekaligus sebagai penata tari atau koreografer membuat karya tari untuk materi bahan ajar siswa sekolah dasar. Karya tari tersebut merupakan koreografi dari pertunjukan Sandur Tuban yang akhirnya diberi judul “Beksan Paraga Sandur”.
Karya tari “Beksan Paraga Sandur” digarap dengan menyusun kembali tari tradisional daerah (lokal) Sandur Tuban agar mudah dipelajari oleh siswa sekolah dasar dan mengenalkan seni tari daerah (lokal) Sandur Tuban kepada siswa sekolah dasar. Setelah digarap karya tari tersebut dikemas dalam sebuah CD (Compack Disk) yang berisi ragam gerak dan penyajian karya tari “Beksan Paraga Sandur” agar pembelajaran menjadi lebih efektif.
Untuk mengetahui apakah karya tari tersebut layak untuk dipelajari siswa sekolah dasar, maka penulis menguji karya tari tersebut dengan menggunakan angket yang diisi oleh beberapa guru sekolah dasar di Malang setelah menyaksikan karya tari tersebut yang sudah dikemas dalam sebuah CD. Dari hasil angket tersebut dapat disimpulkan bahwa karya tari “Beksan Paraga Sandur” layak untuk dipelajari siswa sekolah dasar.


Gempa


Gempa

Kapten masih enak merokok, dengan duduk sikap menang sambil menimang- nimang Colt milik letnan. Yang belakangan ini berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya, pandang kearah pintu.
Kapten            : “ Menyesal sekali dengan sangat amat terpaksa, Nyonya mesti ku perlakukan   sebagai sandera. Yang mestinya Nyonya menjadi tawanan Mayor ”
Letnan             : “ Hei apa bedanya ! ”
Kapten            : “ Oh, besar sekali Nyonya. perbedaannya 180o. sekarang tidak ada orang lain yang  menguasai Nyonya selain aku. Nyonya mutlak berada dibawah kekuasaan ku !“
Letnan             : “ Apa maksud, Bung ?”
Kapten            : “ Artinya, tak ada orang lain selain aku pribadi yang menentukan mati hidup Nyonya”
Letnan             : “sekarag aku tahu. ”
Kapten                       : “ Oh yaaa. apa yang Nyonya ketahui ?”
Letnan             : “ Bahwa bung setelah gunakan kesempatan untuk mengkhianati mayor.”
Kapten            : “ A ha ya. Nyonya inteligen. Tepat sekali dugaanmu. Memang aku telah gunakan kesempatan yang ditimbulkan oleh ketololan mayor jagoan itu. Untuk kemudian, yah ! Aku khianati dari belakang. Setidak-tidaknya menurut Nyonya mengkhianati.”
Kapten bangkit membuang punting rokok, menyelipkan pistol rampasan pada ikat pinggang dekat pusar perut. Tajam pandangannya menatap Letnan sambil ketawa kecil
Kapten            : “ Nyonya, dalam memperjuangkan suatu citra diperlukan sajian pengorbanan. Nah, dalam memperjuagkan apa yang kucitakan itulah aku dengan berat hati terpaksa mengorbankan  Bung Mayor berikut batalionnya, demi terlaksanannya citaku. Namun, saya sangat menghargai keperkasaan Bung Mayor dan batalionnya yang sudah punya nama mewangi. Karena itu, mereka ku korbankan seperkasa mungkin sesuai dengan jiwa patriotnya.”
Letnan tersentak, tajam nyala matanya membakar wajah Kapten
Letnan             : “ Jadi, Jelas sekarang bahwa Bung bermain sandiwara dengan musuh.”
Kapten            : “ Tepatnya aku jadi sutradara dalam lakon ini, sekaligus dan yang terpenting, ialah bahwa aku telah menciptakan lakon yang penuh adegan dramatis ini. Dan untuk memenuhi keinginan sang pencipta lakon, aku, maka Bung mayor batalionnya ku hancurkan secara dramatis pula. Kuatur sedemikian rupa hingga mereka masuk dalam jebakan musuh untuk kemudian dibinasakan berkeping-keping oleh puluhan peuru Howizer. ”
Letnan             : “ Untuk kemudian, Bung dengan leluasa memperoleh kesempatan menyergap dan melucuti kompiku secara khianat, ya ?”
Kapten                        : “ Begitulah.”
Letnan             : “ Untuk kemudian pula, kau kukorbankan dengan cara yang lain dalam rangka tindak khianatmu.”
Kapten tertawa kecil
Kapten            : “ Nyonya, punya bakat untuk menjadi seorang ahli siasat ulung dan seorang analisis. Memang begitulah. Tapi tentu saja, Nyonya pribadi akan ku jadikan sajian pengorbanan yang istimewa. Sedemikian rupa, hingga Nyonya akan memberi manfaat sebesar-besarnya dalam membantu memperbesar tekadku untuk melaksanakan apa yang kucitakan. Mudah-mudahan Nyonya tidak berbuat sebodoh suami Nyonya…”
Letnan kaget, kedua bibirnya gemetar dilanda perasaannya

Menziarahi Makam Panglima Banten di Kramat Solear





Selain Pulau Cangkir, Kabupaten Tangerang masih memiliki destinasi wisata ziarah lain yaitu Kramat Solear. Tempat yang juga banyak dikunjungi oleh masyarakat luar Tangerang tersebut berlokasi di Kecamatan Solear. Jaraknya sekitar 17 kilometer dari pusat kabupaten.
Seperti umumnya tempat ziarah lain, Kramat Solear dijaga oleh seorang juru kunci. Berdasarkan penuturannya, tempat yang juga dikenal dengan nama Kramat Tigaraksa itu sudah ada sejak abad ke-16 tepatnya tahun 1552. Kramat Tigaraksa sering digunakan oleh para wali untuk mengadakan pertemuan. Pertemuan biasanya diadakan saat para penyebar agama tersebut melakukan perjalanan dari Cirebon ke Banten.

Di kramat Solear juga terdapat makam sahabat para wali yaitu Syekh Mas Massad. Beliau merupakan panglima tentara Islam yang ditugaskan oleh Sultan Banten untuk menyebarkan agama di daerah Tigaraksa. Ketika itu, Tigaraksa dikuasai oleh tokoh masyarakat bernama Pangeran Jaya Perkasa alias Mas Laeng. Ia adalah patih dari Kerajaan Pajajaran. Dalam pertempuran melawan Syeh Mas Massad, Mas Laeng dibantu oleh Ki Seteng. Pertempuran selalu berakhir imbang dan ketiganya memutuskan untuk berdamai. Perdamaian tiga tokoh besar tersebut mengilhami nama ‘Tigaraksa’ yang berarti tiga orang yang memelihara perdamaian.
Kramat Solear merupakan area yang ditumbuhi banyak pepohonan. Makam Syekh Mas Massad berada di bawah pohon besar yang konon merupakan pohon paling tua di sana. Di kawasan Kramat Tigaraksa terdapat banyak kera. Menurut penuturan juru kunci, jumlahnya mencapai 600 ekor dan terbagi menjadi dua kelompok. Kabarnya setiap bulan Maulud kedua kelompok kera akan berperang memperebutkan wilayah. Atraksi kera juga dapat disaksikan pada peringatan kemerdekaan. Biasanya diadakan lomba panjat pinang kera dengan hadiah makanan kesukaan si hewan
Selain wisata ziarah, Kramat Solear juga menawarkan pemandangan desa petani. Daerah dengan lahan seluas 4 hektar tersebut memang dimanfaatkan warga sebagai ladang dan sawah. Pemandangan hijau dan asri akan menemani pengunjung sebelum sampai area makam.
Bila ingin berkunjung ke Kramat Solear sebaiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi. Dari Jakarta, ikuti Jalan Tol Jakarta-Tengerang dan selanjutnya masuk ke Jalan Tol Tangerang-Merak. Setelah keluar dari tol masuk ke Jalan Raya Serang. Dengan menyusuri jalan tersebut Anda akan menjumpai pertigaan. Di sini silakan belok kiri untuk menuju Kecamatan Solear tempat wisata ziarah berada.

Baby Please don't go


Just run away
From these lies
Back to yesterday
Safe tonight..
I feel the sun creeping up like tik tok
I'm trying to keep you in my head but if not
We'll just keep running from tomorrow
With our lips locked
Yeah you got me begging begging baby please don't go
If I wake up tomorrow will you still be here
I don't know..

If you feel the way I do
If you leave I'm gone a find you
Baby please don't go go go go
Baby please don't go go go go
Baby please don't go go go go
Baby please don't
Baby please don't
Baby please don't run away
From my bed and start another day
Stay instead..

I feel the sun creeping up like tik tok
I'm trying to keep you in my head but if not
We'll just keep running from tomorrow
With our lips locked
Yeah you got me begging begging baby please don't go
If I wake up tomorrow will you still be here
I don't know..

If you feel the way I do
If you leave I'm gonna find you
Baby please don't go go go go
Baby please don't go go go go
Baby please don't go go go go
Baby please don't
Baby please don't
I stay running from tomorrow
I stay running from tomorrow
Well I stay running from tomorrow
Said I stay running from tomorrow
Baby please don't go please don't go
If I wake up tomorrow will you still be here
I don't know..

If you feel the way I do
If you leave I'm gonna find you
I'm gone, I'm gone, I'm gonna find you
Baby please don't go go go go
Baby please don't go go go go
Don't leave me, leave me
Baby please don't go go go go
Baby please don't
Baby please don't
Runaway..