HELLO KITTY

HELLO KITTY
KITTY

Kamis, 31 Desember 2015

TULISAN PERTAMA


DAUN LONTAR

 

 
Sejak masa lalu, masyarakat Bali telah mampu merespons keperluan mengabadikan data tertulis dalam bentuk lembaran naskah. Salah satu dari bahan yang digunakan sebagai lembaran naskah yang pernah dikembangkan sebagai sarana dokumentasi data yang tertulis adalah lebaran daun lontar. Masyarakat Bali masa lalu, sebagaimana masyarakat Indonesia lainnya, memiliki budaya tulis di atas lontar. Budaya tulis di atas lembaran daun lontar adalah budaya masa lalu. Di Bali, khususnya dikawasan Bungkulan, kabupaten Buleleng, ada yang istimewa. Hingga kini, didaerah tersebut budaya tulis di atas daun lontar masih terus berlanjut dalam bentuk naskah-ilustrasi, yang lebih dikenal dengan sebutan Prasi. Prasi secara fisik terdiri dari atas bagian tulisan (naskah cerita) dan gambar (gambar ilustrasi). Tulisan yang digunakan dalam prasi adalah huruf Bali. Gambar yang melengkapi tulisan dibuat dengan gaya wayang.

ROMUSHA


ROMUSHA
Istilah Jepang yang berarti kuli atau tenaga kerja, muncul dan sangat popular pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Romusha adalah nama barisan pekerja asal Jawa yang tidak termasuk bagian dari ketentaraan. Akan tetapi, Romusha pada umumnya dipekerjakan di garis belakang dari berbagai medan pertempuran (tenaga kerja dari angkatan perang Jepang)
Guna mencapai kemenangan Perang Asia Timur Raya, Jepang memerlukan banyak tenaga kerja untuk membuat sarana dan prasarana, karena itu dibentuklah romusha. Pada saat situasi peperangan semakin menghebat, jumlah romusha dan wilayah penyebarannya semakin besar dan luas.

CERITA DARI KHAYANGAN


MITOS
Mitos atau mite adalah cerita prosa rakyat yang tokohnya para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kahyangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya mengisahkan tentang terjadinya alam semesta, dunia, manusia pertama, terjadinya maut, bentuk khas binatang, bentuk topografi, gejala alam, dan sebagainya.
Selain berasal dari Indonesia, ada pula mitis yang berasal dari luar negeri. Mitos yang  berasal dari luar negeri umumnya sudah mengalami pengolahan lebih lanjut sehingga tidak terasa asing lagi. Hal ini disebabkan cerita-cerita itu mengalami proses adaptasi.
Menurut Moens-Zorab orang jawa bukan saja telah mengambil alih mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa dan pahlawan-pahlawan Hindu sebagai dewa dan pahlawan Jawa. Bahkan, orang Jawa percaya bahwa mitos-mitos itu (diantaranya berasal dari cerita epos Ramayana dan Mahabarata) terjadi di Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu Jawa dan Bali sebagai Gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke pulau Jawa.
Mitos di Indonesia biasanya menceritakan terjadinya alam semesta; terjadinya susunan para dewa; dunia dewata; terjadinya manusia pertama dan tokoh pahlawan budaya; terjadinya makanan pokok, seperti beras.

Mengenai mitos terjadinya padi, dikenal adanya dewi Sri yang dianggap sebagai dewi padi orang Jawa. Menurut versi Surabaya (Jawa Timur), Dewi Sri adalah putri raja Purwacarita. Ia mempunyai seorang saudara laki-laki yang bernama Sadana. Pada suatu hari selagi tidur, Sri dan Sadana disihir oleh ibu tirinya. Sadana diubah menjadi seekor burung laying-layang dan Sri diubah menjadi ualr sawah.
Versi lain dari Jawa menceritakan bahwa padi berasal dari jenazahnya Dewi Sri, istri dewa Wisnu. Selain padi ada tanaman-tanaman lain yang juga berasal dari jenazah Dewi Sri, seperti : dari tumbuhnya tumbuhan pohon aren; dari kepalanya tumbuh pohon kelapa; dari tangan-tangannya tumbuh buah-buahan ; dari kedua kakinya tumbuh tanaman akar-akaran, seperti ubi jalar, dan talas. Dewi Sri meninggal karena dirongrong terus menerus oleh raksasa yang bernama Kala Gumarang. Raksasa ini sangat keras hati sehingga walau sudah meninggal ia masih menjelma menjadi rumput liar yang selalu mengganggu tanaman padi, jelmaan Dewi Sri.
Mitologi tentang tokoh-tokoh rakyat di seluruh dunia, seperti : cerita Oedipus, Romolus, Nyikang (dari Afrika)dan Ratu Watu Gunung (dari Jawa) pada umumnya mengandung unsure yang sama diantaranya : ibunya seorang perawan; ayahnya seorang raja; terjadi proses perkawinan yang tidak wajar; Ia juga dikenal sebagai putra dewa; ada usaha sang ayah untuk membunuhnya; disembunyikan secara rahasia; dipelihara oleh orang tua angkatnya; kembali menuju dan menduduki tahta kerajaan; menikah dengan seorang putrid.
Dengan mengamati unsure-unsur yang mendasari mitos ataupun legenda tokoh-tokoh rakyat seluruh dunia, Raglan berkesimpulan bahwa penyebab adanya kesamaan riwayat hidup tokoh-tokoh dalam cerita prosa rakyat karena adanya pola-pola perumusan yang sama. Oleh karena itu, walaupun tokoh-tokoh out benar ada, tetapi cerita siklus tokoh-tokoh rakyat kurang mengandung sejarah disebabkan cerita prosa rakyat itu sudah diubah sedemikian rupa sehingga sesuai dengan rumus cerita tokoh-tokoh rakyat tradisioanal.

APA ITU LEGENDA ??


LEGENDA
 
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh empunya cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dipandang sebagai “sejarah” kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka istilah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh dari kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan dulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklore.
Legenda dapat berupa cerita tentang tokoh-tokoh tertentu maupun sesuatu yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, dan bentuk topografi (bentuk permukaan suatu tempat)
Legenda yang menceritakan tokoh-tokoh tertentu yang terkenal contohnya tokoh panji di Jawa Timur. Panji adalah seorang putra raja Kahuripan di Jawa Timur yang senantiasa kehilangan istrinya. Akibatnya banyak muncul cerita panji yang temanya selalu perihal istirnya yang menjelma mejadi wanita lain. Cerita panji yang semula merupakan kesusastraan lisan (legenda) dalam perkembangannya telah banyak dicatat orang sehingga mempunyai banyak versi dalam bentuk tulisan. Beberapa cerita yang tergolong kedalam cerita panji misalnya : “Ande-ande lumut” (dongeng Cinderella Jawa), “Kethek Ogleng” (seorang pangeran yang disihir menjadi seekor kera), “Cerita Sri tanjung” serta “Jayaprana dan Layon Sari”.
Legenda yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat dan bentuk topografi (bentuk permukaan suatu tempat misalnya legenda anak-anak dalem Solo yang mengembara mencari sumber bau harum. Legenda ini berasal dari Trunyan Bali. Legenda ini menceritakan asal mula nama beberapa desa di sekitar danau Batur, seperti : Kedisan, Abang, Dukuhm dan Trunyan. Contoh-contoh legenda lainnya seperti : Asal mula nama Banyuwangi, legenda Roro Jonggrang, Tangkuban Perahu, asal mula nama Tengger, dan asal mula kota Kuningan, serta legenda terjadinya danau Toba).

LEGENDA DANAU TOBA


LEGENDA TERJADINYA
dANAU TOBA 
Tersebutlah seorang pemuda yang hidup seorang diri dibagian pulau Utara Pulau Sumatra. Hidupnya dari bertani dan memancing ikan. Suatu hari, ketika memancing, ia mendapatkan ikan yang aneh. Seekor okan yang besar yang sangat indah dengan warna keemasan. Ia lalu melepaskan pancingnya dan memegangi iakn tersebut. Namun, saat tersentuh tangannya, ikan tersebut berubah menjadi seorang putri yang cantik. Ternyata ia adalah seorang putrid yang dikutuk para dewa karena telah melanggar suatu larangan. Ia akan berubah bentuk menjadi seperti makhluk yang menyentuhnya. Karena ia disentuh oleh manusia , maka ia juga berubah menjadi manusia.
Pemuda itu lalu meminang putri ikan tersebut. Putri tersebut menyetujuinya dengan mengajukkan sebuah syarat. Syaratnya agar pemuda tersebut merahasiakan asal usulnya yang berasal dari ikan. Si pemuda pun menyetujui syarat tersebut. Mereka kemudian menikah dan dikaruniai seorang bayi laki-laki yang lucu. Namun ketika beranjak dewasa, si anak ini selalu merasa lapar walaupun telah banyak makanan yang masuk ke mulutnya.
Suatu hari, karena sangat laparnya, sang anak menghabiskan semua makanan yang ada di meja makan. Ayahnya yang baru pulang dari lading dan dalam keadaan lapar mendapati meja makan yang kosong tanpa makanan. Kemarahannya terhadap sang anak menyebabkan dirinya tidak dapat menguasai diri, sehingga ia mengeluarkan kata-kata kasar dengan menyebut anaknya sebagai anak ikan. Tanpa disadari ia sudah melanggar perjanjian dengan membuka rahasia istrinya.
Sambil menangis sang anak pergi menemui ibunya dan menanyakan prihal perkataan ayahnya bahwa ia keturunan ikan. Mendengar hal tersebut, sang ibu pun terkejut karena suaminya melanggar perjanjian dengannya. Setelah itu si ibu memutuskan untuk kembali ke alamnya. Tiba-tiba langit berubah gelap disertai petir menyambar disusul dengan hujan deras. Di tanah bekas pijakan istri dan anaknya itu, tiba-tiba terdapat mata air yang makin lama makin deras dan besar. Lama-lama daerah tersebut dipenuhi air dan menjadi danau. Danau inilah yang kemudian kita kenal sampai sekarang sebagai Danau Toba. Sang ayah menjadi sangat sedih dan menyesal atas perbuatannya. Namun, semuanya telah terlambat, ia tak pernah bisa bertemu kembali dengan istri dan anak yang disayanginya itu.